Langsung ke konten utama

VIAR One Day Hard Akasia Waras Adventure

ONE HARD AKASIA

Waras Adventure Trail
Desa Gorowong Parung Panjang Bogor
Sabtu, 2 Mei 2015
GUNUNG DAGO ADALAH AREA PERBUKITAN KECIL DI AREA PARUNG PANJANG DI BOGOR - JAWA BARAT ..... DI SINI BANYAK SEKALI TANAMAN AKASIA SEHINGGA SERING DI SEBUT ANAK ANAK PEMAIN OFFROAD DI SINI SEBAGAI DAERAH AKASIA HAHAHAHA .... KEBUN AKASIA DI SINI DITANAM DI ANTARA AREA PERBUKITAN GUNUNG DAGO ... ADA BEBERAPA JALUR YANG YANG BIASA DI PAKE UNTUK MASUK KE AREA INI YAITU DESA GEROWONG DAN YANG SAYA COBA KEMEREN ADALAH DESA PINGKU PAS DI SEBELAH DESA DAGO .... LOKASI INI BERADA DI KECAMATAN PARUNG PANJANG BOGOR .... BEBRAPA KOMUNITAS DI TANGERANG DAN BOGOR SUDAH MASUK KE AREA INI TAPI MASI BANYAK JALUR JALUR YG BELUM DI TEMBUS ... KEMAREN KARENA TERBATASNYA WAKTU DAN SAYA RIDING SENDIRI SANGAT BERESIKO UNTUK BELUSUKAN DI AREA GUNUNG INI ... DAN DI TAMBAH LAGI MOTOR YANG SAYA PAKAI MENGALAMI TROUBLE .... MINGGU DEPAN SAYA AKAN COBA LAGI MASUK KE AREA INI .... DENGAN KENDARAAN YG LEBIH SAVE TENTUNYA WAKAKAKA ... ADA YANG MAU NEMENIN ????
SEKILAS INFO MENGENAI AREA INI :

Parungpanjang terdiri dari 11 desa. Masing-masing desa tersebut sebenarnya memiliki potensi dan jika dikelola dengan benar potensi tersebut bukan tidak mungkin akan membawa perubahan yang positif terhadap perekonomian masyarakat parungpanjang.
Coba kita liat masing-masing potensi yang bisa kita temukan di beberapa desa di kec. Parungpanjang:
Bata merah, ini potensi ekonomi yang sebenarnya cukup luar biasa, hampir setiap hari ribuan bata merah tersalurkan ke daerah jabodetabek dan skitar parungpanjang.

Daerah yang memproduksi bata merah ini berada di desa Gorowong Cikuda, di desa ini industri rumahan penyedia tusuk sate katanya sudah lama dikenal, dan setiap harinya ribuan tusuk sate masuk ke daerah jakarta dan tangerang.
Dago, desa dengan kontur pegunungan ini sangat cocok untuk agribisnis, tapi sayang sampai saat ini sepertinya belum ada pihak yang berani menanamkan modalnya disana.
Pingku, hampir sama dengan desa Dago, kontur pegunungan sepertinya sangat cocok untuk agribisnis, tapi sayang lagi-lagi belum ada pihak yang berani berinvestasi dibidang agribisnis di daerah ini.
Jagabita, daerah ini masyaraktnya mempunyai keterampilan unik turun temurun yakni membuat anyaman bambu seperti bakul, pengki, dan lainnya. Jika dikelola dengan baik kerajinan ini bisa menjadi industri untuk masyarakatnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Viar Motor Indonesia Luncurkan Viar Caraka Untuk Kaum Millenial

Jakarta, 26 January 2021 -  Produsen otomotif roda dua dan kendaraan niaga, PT. Triangle Motorindo hari ini kembali perkenalkan sepeda listrik model terbarunya, Viar Caraka, hadir untuk melengkapi varian unit sepeda listrik yang telah lebih dahulu diluncurkan. Konsep desainnya merupakan perpaduan sepeda listrik urban modern dengan teknologi terkini terlihat sporty dalam balutan pilihan warna Green Tosca , Snow White , Silver Mica  dan Sky Blue  hadir sebagai pelengkap gaya hidup dan mobilitas kaum milenial. “Kami persembahkan produk Viar Caraka bagi kawula muda untuk menemani beraktivitas . D esainnya modern, stylish, dan trendy dilengkapi beragam fitur modern dan multi fungsi sehingga   sesuai dengan karakter dan ciri khas gaya hidup generasi milenial yang dinamis,” ungkap Frengky Osmond, Marketing Communication Viar Motor Indonesia. Pola rancang bangun Viar Caraka mengutamakan faktor kenyamanan pengendara sehingga sadel didesain lebih lebar dan tebal.   “ Posi...

Awal Oktober, Efolding bike Viar Panama sudah tersedia di dealer Viar Jabodetabekser

  Viar Motor Indonesia jagonya bikin sepeda motor sejak tahun 2000 sampai saat ini. Setelah mengebrak pasar dengan menghadirkan 2 type sepeda listrik, awal Oktober ini diluar dugaan membuat kaget pengemar sepeda, Viar mengeluarkan type sepeda lipat listrik yang sangat cantik dan modern.  Efolding bike Panama besutan Viar sudah tersedia di dealer - dealer Viar Jabodetabekser.

SOLO RIDE JAKARTA TO HIMALAYA, Berkah Viar Selepas Perjalanan HImalaya

JAKARTA, VIARnesia - Seorang biker  Indonesia bernama Gunadi (41) telah memulai perjalanannya ke Himalaya. Untuk mencapai pegunungan tertinggi di dunia tersebut, Gunadi menggunakan Viar Vortex 250. Viar merupakan brand sepeda motor rakitan Indonesia. Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menilai merupakan suatu kebanggaan bagi Indonesia jika misi motor buatan Viar bisa sampai ke Himalaya. "Kita bangga sebagai bangsa Indonesia bisa memproduksi motor sendiri. Ini karya anak bangsa," kata Budi saat acara pelepasan Gunadi di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Minggu (26/8/2018). Gunadi akan menempuh perjalanan sepanjang 15.0000 kilometer melintasi enam negara. Total waktu tempuh diperkirakan mencapai 70 hari. Gunadi dijadwalkan akan tiba dan mengibarkan bendera Merah Putih di Himalaya pada peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2018. "Jika nantinya sampai, artinya produksinya bagus dan menunjukan pada dunia i...